Peduli Gunung Agung, PBB Serahkan Bantuan ke Pengungsi

Oleh : degadjah | 26 September 2017

Beritabali.com, Denpasar. Organisasi masyarakat (ormas) Pemuda Bali Bersatu (PBB) ikut ambil bagian dalam aksi nyata dengan menyerahkan bantuan berupa kebutuhan pokok kepada para warga pengungsi Gunung Agung.
 
Ketua Harian Pemuda Bali Bersatu (PBB), Made Mulyawan Arya yang disapa De Gajah menyatakan aksi sosial dengan memberikan bantuan bagi para pengungsi Gunung Agung berupa kebutuhan pokok seperti beras, air, minyak goreng, teh, gula, kopi, susu, telor, dan kebutuhan anak serta bayi tersebut sebagai bentuk komitmen PBB untuk melakukan hal yang berguna bagi masyarakat luas. De Gajah yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar itu mengungkapkan jika sumbangan kepada warga itu terlebih dahulu dipusatkan dimasing-masing kabupaten atau kota. Ia mengaku mengarahkan bantuan secara bertahap dan berkala ke kantong-kantong pengungsi yang belum tersentuh bantuan atau kurang bantuan karena sebagian kantong-kantong pengungsi sudah banyak bantuannya.
 
De Gajah yang dikenal dermawan dan ringan tangan itu mengaku memberikan bantuan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan ini untuk membiasakan diri agar seluruh anggota PBB ringan tangan membantu sesama yang membutuhkan pertolongan, apalagi banyak warga yang mengungsi akibat dampak Gunung Agung ini. Selain itu, De Gajah berharap sesuai dengan paradigma baru yang dibangun ormas PBB, pihaknya ingin menampilkan citra positif ormas lewat aksi-aksi nyata yang menyentuh langsung terhadap apa yang dibutuhkan masyarakat di bawah.
 
"Tujuannya untuk membantu saudara-saudara kita yang memerlukan bantuan, karena kita (ormas PBB) biasa lakukan itu dari awal pembentukan ormas PBB (Pemuda Bali Bersatu). Ini aksi spontanitas bagi saudara kita yang tertimpa musibah. Disini kita terketuk dan berpartisipasi dalam hal kemanusiaan dengan berbuat langsung bagi para pengungsi. Bantuan yang kita himpun dari kawan-kawan lain dari anggota PBB maupun dari luar ataupun masyarakat lainnya baik berupa uang dan barang," jelas De Gajah.
 
De Gajah yang didampingi Ketua Umum PBB, I Komang Gede Juliantara bersama Ketua Harian Pemuda Bali Bersatu (PBB), Made Muliawan Arya atau De Gajah, Sekretaris PBB Putu Bent Mahardika (Tu Bent), dan Bendahara Umum PBB Wayan Eka Yasa serta pengurus PBB lainnya menegaskan bantuan berupa sembako bagi para pengungsi ini merupakan rutinitas yang dilakukan PBB dimana ada korban bencana alam ataupun musibah lainnya ormas modern anti kekerasan ini langsung bergerak untuk mengumpulkan sumbangan baik dari internal anggota kita maupun eksternal atau diluar anggota PBB dengan laporan pertanggungjawakan transparan dan terbuka.
 
De Gajah meminta bagi masyarakat umum yang ingin sama-sama memberikan sumbangan lewat PBB dengan senang hati akan diterima dan didata dan laporkan terbuka. Bantuannya bisa berupa uang, makanan, pakaian, dan sembako lainnya juga boleh disumbangkan. Bantuan akan segera disalurkan ke para pengungsi secara bertahap dan disalurkan dengan berkoordinasi dengan kawan-kawan dipengungsian. Bantuan akan diarahkan secara merata kesemua kantong pengungsi yang membutuhkan bantuan.
 
"Karena kami berpikiran ini akan panjang, jadi jika sekarang sumbangan membludak sehingga jika bantuan kepada pengungsi menipis maka kami akan salurkan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Kami salurkan secara bertahap dan kontinyu sampai pasca bencana akan kita salurkan sumbangan yang kami tampung. Jadi tugas kita bergerak membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan bantuan dimanapun lokasi pengungsiannya akan kita usahakan mereka bisa terima dan dimanfaatkan dengan baik," tegas De Gajah.
 
Tak lupa, sebagai salah satu pemuda dan tokoh masyarakat, ia mengetuk dan mengajak semua pihak sama-sama peduli dan bergotong royong membantu para pengungsi dimanapun berada. Ia juga mengajak semua pihak sama-sama berdoa agar semua saudara-saudara dipengungsian selamat dan semoga semuanya cepat berlalu. Baginya, ini sebuah ujian, dan setiap ujian pasti ada hikmahnya sehingga berharap semua pihak bisa mengambil hikmahnya. Kepada para pengungsi, De Gajah juga berpesan dan memberikan semangat agar tetap tenang, berdoa, iklas. Ia yakin semua pihak khusus warga Bali lainnya tidak akan tinggal diam dan pasti akan membantu.
 
"Badai ini pasti akan berlalu, jadi kita sama-sama berdoa dan jaga kesehatan masing-masing. Tolong sesama pengungsi ikut menjaga satu sama yang lain. Mari berdoa dan jangan mudah percaya informasi-informasi hoax dan bagi yang berniat tidak baik tolong jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan. Bagi oknum yang hendak membeli ternak pengungsi tolong beli ternak mereka dengan harga yang wajar jangan dibawah standar jika ada niat menolong. Kalau kita tidak bisa berbuat baik, minimal kita tidak menyakiti sesama," harapnya.
 
Kedepan, sambung De Gajah, ormas PBB akan semakin aktif dalam berbagai kegiatan sosial di Bali, terutama dalam hal musibah atau bencana alam di Bali. Hal itu, menurutnya sebagai wujud bakti dan pengabdian kepada masyarakat Bali, agar keberadaan ormas Pemuda Bali Bersatu benar-benar dirasakan manfaatnya bagi masyarakat luas, khususnya bagi masyarakat yang terkena bencana seperti ini.
 
"Dengan paradigma baru, ormas PBB akan berusaha semaksimal mungkin agar betul-betul bermanfaat bagi masyarakat luas, mewujudkan ajeg Bali lewat perbuatan, bukan Ajeg Bali hanya sebatas  kata-kata," tandas pria plontos dan murah senyum itu mengakhiri.
 
Seperti diketahui, ormas PBB dengan paradigma baru dengan citra positif anti kekerasan telah berulangkali telah melakukan aksi-aksi nyata kepada masyarakat yang tertimpa bencana maupun yang sedang membutuhkan seperti aksi bakti sosial bencana tanah longsor di Pura Teratai Bang Bedugul yang terkena bencana alam banjir dan longsor. Organisasi masyarakat Pemuda Bali Bersatu (PBB) sebagai ormas modern sebelumnya juga melakukan aksi nyata berupa bakti sosial ke Pura Taman Beji di Desa Adat Tonja, Denpasar Utara yang hancur pasca terkena banjir bandang beberapa waktu lalu.
 
PBB juga sempat melakukan baksos di Kampung Bugis Serangan Denpasar sekaligus memberikan sumbangan seragam sekolah, alat-alat tulis dan sepatu kepada anak-anak yang terkena dampak penggusuran. PBB dengan pengurus pusat dan daerah serta anggotanya juga sebelumnya memberikan bantuan kepada para korban longsor di Kecamatan Kintamani, serta dikenal kerap melakukan aksi sosial bersama PMI lewat donor darah disejumlah kabupaten dan kota untuk membantu warga yang membutuhkan darah. [bbn/wrt]